Skip to main content

Posts

Featured

Haruskah Dilupakan?

Sepertinya aku tidak akan pernah lupa. Sebab satu bulan lamanya, aku lupa caranya tidur nyenyak. Satu bulan aku lupa rasanya makanan enak, bahkan mie instan yang aromanya menguar seantero ruangan jika ada yang menyeduhnya dalam ruang kerja. Satu bulan tubuhku digerogoti energi negatif. Tidak bisa tidur. Tidak enak makan. Sakit kepala. Migrain. Mimisan. Puncaknya, sakit parah dan 'membuang-buang darah' dari tubuhku sendiri dengan rasa tidak enak. 
Aku menulis catatan ini agar aku tidak lupa rasanya disakiti sehebat itu. Agar aku juga tidak melakukannya pada orang lain. Meski prinsipku adalah mengembalikan apa yang orang lain berikan padaku, tapi sungguh. Untuk hal ini aku takut surga tak ingin menyapa orang yang melakukan perbuatan seperti yang aku terima. 
Atau, agar aku tau, bagaimana caranya mendekati Tuhanku dengan lebih baik. Agar aku semakin memahami, bahwa semakin Ia mencintaiku, Ia akan semakin 'menyiksa'-ku. Memberikanku semakin banyak ujian. Mempertemukanku d…

Latest posts

Istri Presiden

(Tiada) Tuhan Selain Allah

Langit dan Bumi

Bagaimana Cara Masuk ke Duniamu

Tanpa Alasan

Tidak Terbagi

PHK : Sebuah Refleksi 2016

Stasiun Kereta pukul Lima

Jatuh (Cinta) Berulang Kali

Jangan Lawan si Sholeh(ah)